Senin, 24 Februari 2014

kronologi

Iya,pagi ini kudapati langit jakarta yg tak mendung,tak pula cerah,hanya berawan dengan sedikit cahaya matahari yg coba menerobos gumpalan awan dilangit.
Masih seperti biasanya,meski masih pagi,jalan-jalan dikota ini sudah dipadati dengan suara hingar bingar macam-macam kendaraan,yah..inilah jakarta,kota tempat ku mengais rezeki,tempat ku mengumpulkan pundi rupiah untuk kuliah.
Lingkaran karet hitam masih terus melaju dengan kecepatan sedang,tak begitu cepat,biasa saja.kuarahkan lingkar kemudi mengikuti garis putih,sesekali aku menginjaknya,saat bermanuver mendului mobil yg lebih lambat..dan kemana aku pergi??..ke bandung,kota tempat dia yg dulu hatinya untukku tinggal,menimba ilmu,mengumpulkan semua yg dapat ia serap untuk masa depannya.
Jarak masih jauh,butiran embun kini mulai turun dan menjadi hujan,ya..aku tak begitu menyukai hujan kini,karna mengurangi jarak pandang,dan selain itu hujan pulalah yg selalu mengingatkan aku tentang sosok yg dulu hatinya untukku,butiran rinai gerimis kini semakin besar dan deras,sederas rindu yg kini takkan terbalas,karna kutahu kini hatinya bukan untukku lagi.
Hampir,hampir saja hidupku berakhir,lamunanku dirobek kerasnya suara ledakan lingkaran karet hitam dari sebelah kiri belakang.seper sepuluh detik terakhir hidupku hampir berakhir jika sedikit saja kubelokan kendali stir di tangan,karna tanpa sadar ternyata lajuku lebih 110 km/jam,antara bersyukur dal mengapa ini bukan akhir segalanya,aku hanya bisa merenung dibawah derasnya hujan yg turun.

Kini kuhisap filter yg tersulut disela jemari,kulajukan lagi mobil dengan perasaan yg tak menentu,kini lebih cepat,melebihi kecepata saat lingkaran karet hitam meledak,bukan dengan tujuan mengakhiri hidup ini bila kejadian barusan terulang.kini yg ada dalam fikirku hanya tentang 2 perempuan dan 1 wanita yg ditakdirkan melahirkanku..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen bebas,tapi dipikir dulu yak kalo mau komen :D